PEKANBARU, Nusantaramadani.id – Memperingati Hari Buruh Internasional 2026, Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD SPSI) Provinsi Riau siap menggelar perayaan akbar pada Minggu, 3 Mei 2026 di kawasan MTQ Pekanbaru. Acara ini ditargetkan merangkul 1.500 peserta dari kalangan buruh, pekerja, dan masyarakat umum.
Ketua DPD SPSI Riau, Nursal Tanjung, menyebut ada pergeseran jadwal dari rencana awal. Semula kegiatan dijadwalkan Jumat pagi sesuai surat edaran Menaker.
“Awalnya kami rencanakan acara pada Jumat pagi, sesuai dengan surat edaran dari Menaker. Namun, karena adanya kegiatan serupa di Jakarta, kami sepakat untuk mengalihkan kegiatan ke hari Minggu, 3 Mei 2026, dimulai pukul 06.00 pagi,” ujar Nursal, Kamis 30 April 2026.
Rangkaian May Day di Riau akan dibuka dengan aksi bersih-bersih di kawasan Lambang Melayu Riau, tepatnya di dekat FTG. Kegiatan sosial ini melibatkan pekerja dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan bersih-bersih ini juga melibatkan pekerja dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan FTG yang menjadi simbol kebudayaan Melayu Riau,” jelas Nursal.
Usai aksi sosial, acara dilanjutkan orasi. Panggung orasi disiapkan untuk menyuarakan aspirasi buruh terkait regulasi ketenagakerjaan, upah layak, jaminan sosial, dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang berdampak langsung pada pekerja.
Tak hanya serius, May Day di Riau juga dibalut hiburan. Panggung hiburan rakyat akan menampilkan berbagai pertunjukan untuk mencairkan suasana dan dinikmati seluruh peserta.
Sebagai apresiasi, panitia menyiapkan hadiah menarik bagi pekerja yang hadir. Hadiah merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah sponsor.
“Kami juga akan memberikan hadiah kepada para pekerja yang hadir, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam kegiatan ini,” ucap Nursal.
Perayaan ini bakal makin semarak dengan hadirnya jajaran Forkopimda Riau. Plt Gubernur Riau, Kapolda Riau, Ketua DPRD Riau, hingga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau dijadwalkan turut hadir. Momen ini sekaligus jadi ruang dialog langsung antara buruh dan pemangku kebijakan.
Nursal optimistis acara berjalan lancar dan memberi dampak positif. Ia menegaskan May Day bukan sekadar seremoni tahunan.
“Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi pekerja yang sangat penting untuk perbaikan regulasi ketenagakerjaan di Riau,” tuturnya.
Dengan kolaborasi SPSI, pemerintah, dan dukungan sponsor, May Day 2026 di Riau diharapkan jadi momentum memperkuat solidaritas buruh sekaligus mendorong perbaikan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja di Bumi Lancang Kuning.
(MN)
