BENGKALIS, Nusantaramadani.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis kembali menggelar Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan bagi 50 pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk pangan lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
Bimtek berlangsung di Aula SMA IT Al-Kautsar Mandau, 22-23 Mei 2026. Kegiatan dibuka Kepala Dinkes Bengkalis Ermanto, SKM, MKM yang diwakili Sekretaris Dinkes, Hj. Akna Juita, S.E.
Dalam sambutannya, Akna Juita menyebut ini adalah tahun keempat Dinkes Bengkalis menggelar Bimtek serupa. Menurutnya, keamanan pangan sangat erat kaitannya dengan Visi Indonesia Emas 2045.
“Salah satu fondasi utama menuju Indonesia Emas adalah masyarakat yang sehat dan produktif. Itu tidak lepas dari tersedianya pangan yang aman dan berkualitas,” kata Akna.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Bengkalis Bermasa: Bermarwah, Maju, dan Sejahtera. Nilai bermarwah tercermin dari komitmen pelaku usaha menjaga kualitas dan tanggung jawab produk. Nilai maju diwujudkan lewat peningkatan pengetahuan agar produk berdaya saing. Sementara nilai sejahtera dicapai lewat berkembangnya usaha yang meningkatkan pendapatan keluarga.
Akna berharap peserta menerapkan ilmu dari Bimtek dalam proses produksi agar produk benar-benar aman dikonsumsi. Dinkes Bengkalis akan melakukan monitoring dan evaluasi pada Juni hingga Juli 2026 untuk memastikan praktik keamanan pangan dijalankan dengan benar.
“Kami minta peserta manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Selain mutu produk naik, kepercayaan konsumen terhadap produk IRTP juga akan meningkat,” tegasnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bengkalis, M. Jepri, S.H, M.M, didampingi Ketua Panitia Mirna Junita, http://S.Farm, Apt, M.K.M, mengatakan Bimtek bertujuan meningkatkan keamanan dan mutu produk pangan IRTP agar bisa bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Bimtek diikuti 50 pelaku usaha se-Kabupaten Bengkalis. Rinciannya, 40 peserta dari Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, dan Rupat. Sisanya 10 peserta dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bandar Laksamana, dan Siak Kecil.
"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan keamanan dan mutu produk pangan industri rumah tangga yang beredar sehingga lebih dapat bersaing," ujar Jepri.
Narasumber Bimtek berasal dari BPOM, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Dinas Koperasi dan UKM Bengkalis, Penyuluh Keamanan Pangan Kabupaten Bengkalis, serta Dinkes Bengkalis.
